Monthly Archives: Januari 2015

MEMBANGUN PARADIGMA BARU

 

Fenomena menarik seputar tahun baru adalah adanya harapan agar tahun yang baru tersebut akan membawa berkah, kebaikan, dan kemajuan bagi semua. Hampir disetiap kesempatan, kita melihat dan mendengar adanya ucapan tentang harapan seperti irtu. Meskipun menurut Mario Teguh, seorang motivator terkenal, harapan-harapan di tahun baru harus didasarkan pada fakta dan usaha yang telah dan akan dilakukan. Menurutnya, secara analogis, tidak benar jika seseorang mengharapkan akan memperoleh air mendidih jika ia tidak merebus air tersebut. Bagaimana kita berharap untuk lulus program sarjana di tahun depan, sementara faktanya saat ini kita masih kuliah di semester 3 ?

Tuhan bahkan sudah menjanjikan bahwa Ia akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itulah yang berusaha merubahnya. Suatu harapan  harus didahului fakta dan usaha yang mendukung ke arah tercapainya harapan itu. Harapan yang tidak didukung oleh usaha, hanya akan  menjadi mimpi. Orang-orang yang menumbuhkan harapannya  di atas topangan mimpi adalah para penjudi, sehingga hidupnya penuh ketidakpastian.

Tetapi adakalanya, harapan yang didasari fakta dan disertai usaha itu juga sulit untuk terwujud. Mungkin kita telah mengambil fakta yang salah sebagai dasar untuk menumbuhkan harapan, mungkin pula usaha kita kurang kuat dan intensif. Kadangkala kita membutuhkan fakta baru atau usaha baru karena lingkungan sekitar kita terus berubah.  Itulah pentingnya kita selalu berusaha memperbaharui paradigma hidup kita, membangun paradigma baru dalam hidup.

Dalam lingkungan kerja, atau dalam lingkungan pergaulan, kita sering menemukan orang-orang yang tidak berusaha merubah paradigma hidupnya, yakni orang-orang yang “hanya berjalan di tempat, hanya berputar-putar pada poros yang sama setiap hari”. Ciri-cirinya antara lain, setiap hari orang tersebut hanya mengerjakan hal-hal rutin semata, datang ke kantor, mengerjakan tugas yang diberikan, kemudian pulang ketika jam kerja berakhir. Ketika pekerjaan rutin tersebut telah selesai dikerjakan, maka tidak ada usaha inovatif untuk mengerjakan tugas-tugas yang bersifat pengembangan. Mengerjakan tugas-tugas rutin memang sangat penting, tetapi tanpa inovasi, maka pekerjaan seperti itu akan menghasilkan hasil yang sama dengan yang kemaren kita sudah lakukan, dan itu berarti kita sebenarnya tidak mencapai kemajuan.

Ketika saya pertama masuk ke lingkungan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya sekitar  tahun 1993, saya menemukan banyak orang yang bekerja di kampus dengan penuh keihklasan dan honor seadanya. Tampaknya semangat untuk membesarkan amal usaha Muhammadiyah saat itu begitu besar  dengan didasarkan pada paradigma yang ditanamkan oleh KH Ahmad Dahlan, yakni  “hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan hidup dari Muhammadiyah”.  Tetapi sejalan dengan waktu dan kemajuan yang dicapai oleh Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, tampaknya paradigma tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga menjadi “Hidup bersama Muhammadiyah”.  Paradigma baru ini didasari pada konsep profesionalisme, bahwa seseorang yang bekerja professional harus mendapat penghargaan yang sesuai dengan profesinya itu, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai pengorbanan. Perubahan paradigma ini tidak dapat disalahkan, karena keadaan dan tuntutan jaman sudah tidak memungkinkan seseorang melakukan pengabdian tanpa pamrih, karena setiap orang memiliki tanggung jawab pula untuk menafkahi diri dan keluarganya masing-masing. Dengan demikian, pengelolaan amal  usaha Muhammadiyah telah mengalami perubahan paradigma, dengan mencoba membangun paradigm baru. Bisa jadi pada waktu yang akan datang paradigma tersebut berkembang menjadi “hidup dari Muhammadiyah” yang merupakan kebalikan dari konsep “jangan hidup dari Muhammadiyah”, karena semakin meningkatnya eksistensi amal usaha Muhammadiyah sebagai gantungan hidup.

Ada  sebuah tulisan di dinding salah satu ruangan di kampus Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Bunyinya begini : “Jika Anda setiap hari hanya memimpikan hal yang sama, maka yakinlah bahwa Anda hanya akan menghasilkan hal yang sama pula dalam setiap harinya”.  Dalam artian lain, untuk bisa meraih kemajuan, kita harus selalu merubah diri, menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perubahan lingkungan sekitar kita, bahkan sampai pada merubah paradigma berfikir dan hidup kita.

Membangun paradigma baru dalam bekerja, dan juga dalam hidup, perlu kita lakukan setiap saat, sejalan dengan perubahan masalah dan tantangan yang kita hadapi setiap hari. Dengan membangun paradigma baru setiap hari, maka hidup kita akan lebih dinamis. Akan ada harapan baru dalam  setiap kita bangun tidur dipagi hari……………………………