Program Studi PGMI UM Palangkaraya Resmi Dibuka

Palangkaraya – Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) semakin memantapkan langkahnya sebagai The Green Islamic Campus. Hal ini ditandai dengan Launching Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah yang dihelat pada Sabtu (06/09/2014). Acara berlangsung dengan khidmat di gedung Aula Utama UMP dan dihadiri langsung oleh Rektor Drs. Bulkani, M.Pd., jajaran pejabat universitas, serta turut hadir Kepala Subdit Kelembagaan  dan Kerjasama Dit. Pendidikan Madrasah RI Bapak Dr. Rokhmat Mulyana, M.Pd., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Tengah Bapak Drs. H. Mahli, M.Pd.I.

Rektor UMP, Drs. Bulkani, M.Pd menyatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak sehingga izin penyelenggaraan Program Studi PGMI ini bisa terwujud pada tahun ini yang sebelumnya melalui proses yang begitu panjang hampir 1 setengah tahun.

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah UM Palangkaraya merupakan jawaban atas kurangnya jumlah madrasah di Kalimantan Tengah yang hanya berkisar 262 madrasah, sedangkan SD lebih dari 2700, yang kalau dilihat dari komposisi penduduk beragama Islam di Kalimantan Tengah hampir 74% sehingga banyak peluang untuk mendirikan Madrasah dan tak hanya itu kurangnya pengelolaan Pendidikan Agama Islam juga perlu untuk jadi perhatiaan kita semua”, ungkap Beliau.

Tak hanya itu, Beliau juga memberikan contoh di Kalimantan Tengah pernah terjadi, bahwa banyak SD yang tidak ada guru Agama Islam, bahkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD diajarkan oleh Guru Agama Non-Islam, dan ini merupakan tantangan.

Program Studi Pendidikan Guru madrasah Ibtidayah memulai langkah awal sebagai program studi di bawah Fakultas Agama Islam UM Palangkaraya, dengan tujuan mempersiapkan calon guru Madrasah Ibtidaiyah berjenjang Strata Satu (S-1) yang mampu menjawab tantangan peradapan global, yaitu tidak sekedar menjawab kebutuhan pasar akan tetapi meningkatkan pentingnya gawang moral disertai dinamika pergeseran nilai akibat perbenturan budaya modern. Di sisi lain kebutuhan guru Madrasah Ibtidaiyah yang dibekali dengan berbagai inovasi dan strategi pembelajaran modern menjadi suatu keniscayaan.

Diakhir sambutan beliau meminta kepada para audience untuk membantu mempublikasikan Program Studi PGMI UM Palangkaraya kepada masyarakat umum, dan ini merupakan bentuk dukungan dan langkah awal untuk mengawali sebuah perubahan. (*/dyn)

 

Seminar Nasional Peluang dan Tantangan Guru Madrasah

Seminar dan Launching PGMI FAI UMPPalangkaraya – Peluang dan Tantangan Guru Madrasah menjadi tema Seminar Nasional sekaligus launching Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Sabtu (06/09/2014) dengan menghadirkan dua pemateri yakni Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Dit. Pendidikan Madrasah RI Bapak Dr. Rokhmat Mulyana, M.Pd., dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Tengah Bapak Drs. H. Mahli, M.Pd.I.

Mengawali menjadi pemateri Bapak Dr. Rokhmat Mulyana, M.Pd menyampaikan bahwa peluang dan tantangan Guru Madrasah dibagi menjadi 2 (dua) perspektif, yaitu perspektif guru itu sendiri dan perspektif pemerintah.

Peluang Guru Madrasah Ibtidayah perspektif guru yakni dapat memanfaatkan peluang menjadi peserta program sertifikasi, program inpassing, program pelatihan, program pendidikan/kualifikasi, pengawas, kepala madrasah, dan mengajar pada jenjang madrasah yang lebih tinggi. Sedangkan perspektif pemerintah, yakni pemerintah dapat memanfaatkan peluang guru madrasah dalam hal; menaikan anggaran untuk pengembangan program mutu dan kesejahteraan guru, menyertakan mereka dalam program pendidikan, pelatihan, short course, dan seminar pada tingkat nasional maupun internasional, menyertakan mereka dalam berbagai event penting, dan mengangkat mereka menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Kemudian tantangan Guru Madrasah perspektif guru; yakni kultur madrasah yang kadang sulit berubah ke arah perbaikan, mekanisme birokrasi yang terkadang jlimet, gaji/honor yang belum bisa memenuhi keinginan hidup layak, tuntutan jam mengajar yang semakin tinggi, perubahan kebijakan kurikulum, dan persaingan kompetansi antar guru.

Berbeda dengan pemateri pertama, pemateri kedua Bapak Drs. H. Mahli, M.Pd.I menyampaikan Profesionalisme dan Sertifikasi Guru Madrasah mengawali dengan penegasan bahwa sebagai tenaga profesional, guru diharapkan dapat berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran dan berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Sedangkan untuk Sertifikasi guru memiliki dasar hukum yang kuat dan senafas dengan amanat Undang-Undang. Dasar utama dari Sertifikasi Guru adalah UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang disyahkan tanggal 30 Desember 2005. Landasan Hukum lainnya adalah UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Menteri Pendidikan nasional Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007.

Dalam akhir seminar yang menjadi catatan penting adalah Madrasah menjadi tujuan sasaran studi banding sejumlah negara di dunia, madrasah bagaimanapun dapat menjadi pendidikan alternatif yang melebihi sekolah apabila dikelola dengan baik, mutu madrasah bukan hanya diukur mewahnya fasilitas, melainkan dari kualitas lulusannya. (*/dyn)

Recent Entries »