Anda sedang berada di: Beranda » Diskusi Umum » Mathematics is the language in which God wrote the Universe

Kategori : Diskusi Umum | Kegiatan Mahasiswa |

Pencarian:

Topik: Mathematics is the language in which God wrote the Universe

02-11-2017/15:53:25 WIB
salimah

Website
Matematika di sini bukan cuma mengenai htung mengkalkulasi. Serta seseorang pakar menyebutkan kalau “matematika” merupakan bhs “logika” untuk temukan formula-formula serta rumus-rumus untuk me’meta kan persoalan berdasar pada pengalaman-pengalaman yang ada. Lebih jauh sekali lagi, nyata-nyatanya kehidupan ini mengharuskan kita sadar rancangan “matematika” itu. Analoginya merupakan apabila kita lakukan suatu hal serta membuahkan Pengalaman A serta lakukan yang beda mengahsilkan pengalaman B, jikalau Pengalaman A + B = 6 umpamanya.

Jadi variabel A serta B begitu banyak. A dapat 1, 2, 3, -1 dst.. demikian halnya B. Namun beda perihalnya apabila ada satu kesamaan sekali lagi A - B = 2 dari hasil pengalaman yang beda, jadi Variable itu telah bisa di pastikan A = 4 serta B = 2. Apa jadwal sholat pun yang ada saat ini tidak mungkin saja terlepas dari matematika Serta Hidup ini saya rasa mengharuskan kita faham benar dapat matematika dalam membuat “konstruksi” berpikir yang benar, manfaat temukan rumus “kesejatian” hidup.

Ironinya saat ini banyak dari kita (kami saja seperti e he he) yang “salah faham” mengenai matematika tersebut. Mulai sejak kecil kami beranggap kalau “matematika” cuma sekedar pengetahuan “hitung” an xy xy yang ndak terang itu, yang sekalipun ndak ada hubunganya dengan yang beda. Terdapat beberapa hal memanglah yang menyebakan kesalahfahaman ini, salah nya ialah budaya “pengajaran” kita di indonesia sudah memberi pemahaman yang salah mengenai “ilmu Suci” ini. Namun hal yang lebih krusial merupakan karna “ke-ma-la-san” diri ini yang tidak kunjung di dapatkan penawarnya. (senengane “ngeles” wae he he).

Lepas dari itu semuanya, harusnya mesti ada pergerakan “radikal revolusioner” untuk meng’kontruksi kembali pengetahuan “matematika” yang salah kaprah ini. Serta di Ukmi ini merupakan tempat yang paling “memungkinkan” untuk melakukanya. Karna yang saya kenal, “abdi ukmi” merupakan mahasiswa yang pengetahuan matematika nya begitu tinggi. Sinyalnya merupakan di dalam budaya “Hedonisme” yang membuyarkan tata langkah “hidup” ini, rekan-rekan saya ini temukan rumus-rumus atau formula-formula untuk tetaplah teguh dengan Allah.

Serta Puncaknya mengapa kami di muka mengatakan pengetahuan matematika merupakan pengetahuan yang paling suci, bukan hanya pengetahuan yang di“sekuler”kan seperti anggapanya orang barat, karna pengetahuan ini di sebut didalam Al-Qur’an. Dari pembuktian penciptaan “alam jagad raya” ini semestinya menu buka puasa telah cukup untuk memperlihatkan kalau Allah lah Maha Ilmuwan “matematika”. Lebih Jauh sekali lagi waktu kita hingga di akhirat kelak pada “Yaumul Hisab” kita dapat sadar dapat Ke’agungan Allah itu. Tidakkah Allah dapat memakai pengetahuan “matematika” yang begitu mengagumkan? Diamana Amal yang kecilnya Sebiji Zahra-pun tidak lagi sempat “luput” dari perhitunga-Nya. Kami berani jamin, Teknologi Secanggih apa pun tidak dapat dapat melakukanya!

0 Tanggapan :

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Anda harus Login dulu untuk bisa berdiskusi.
Atau Anda juga bisa Daftar dulu menjadi anggota forum.