Anda sedang berada di: Beranda » Diskusi Umum » Menemukan Indahnya Kesejatian Diri UKMI

Kategori : Diskusi Umum | Kegiatan Mahasiswa |

Pencarian:

Topik: Menemukan Indahnya Kesejatian Diri UKMI

02-11-2017/15:58:11 WIB
salimah

Website
Jam 15. 46 WIB acara yang sungguh-sungguh perdana pada akhirnya resmi digelar serta dibuka, walau dalam jadwalnya nyaris 30 menit waktu lalu komunitas ini diawali. Namun itu tdk sedikit juga mengusik batin kami dikarenakan kami ngerti sebenarnya masalah kemoloran ini umumnya lebih dari 1-2 jam atau bahkan juga sempat satu dikala acara mirip ini ndak jadi di selenggarakan.

“I-PhoNe” atau Ukmi-Phorum Nekad yaitu diantara satu agenda yang cobalah digagas untuk menjawab “keGaLauan” kami mengenai Positioning yang tdk kunjung terditeksi juga akan keberedaan sekarang ini. Alhamdulillah, pada akhirnya kami menemukannya asmaul husna langkah menghapus “keGaLauan” sampai kini sebagai momok batin, atas ke’ikhlasan jadi manusia yang baru sejengkal saja kami fahami. Ketika penyampaian pengantar acara yang bertopik “menemukan kesejatian diri ukmi” terbesit kesan sebenarnya, saudara-saudari kita yang meng’konsep acara ini tengah di mabuk I’tiba’ Rosul (red : menyontoh rosul) dalam menguraikan apa pun problem yang ada menghampirinya.

Bagaimana tak, dikala kami sungguh-sungguh punya maksud mencari perhatian yang Maha Rahim untuk ada serta memberi sinyal-sinyal IsyarohNya dengan keinginan memengaruhi hasil Ijtihad (pencarian) atas jalan keluar terbijak atas semua persoalan yang keluar. Ketika kami buat ketentuan yang “nekad” di mana apa pun doa selamat yang akan di sampaikan di komunitas ini berbentuk begitu bebas namun masih tetap “Syar’i”, seperti penyampian berita senang, agenda” terbaru yg menginginkan di ikuti, membicarakan gosip kekinian di universitas, memberi petuah, menolak, mengkritik apa pun serta siapa saja katakanlah hingga keranah Presiden, kami izinkan.

Mengijinkan bukanlah bermakna “membenarkan”, dikarenakan esensinya kami cuma menginginkan memfasilitasi apabila mungkin saja, ada saudara/I yang mempunyai “uneg-uneg”yang begitu meng’GaLaukanya sehigga apabila dilewatkan jadi jadi penyakit kritis dimasa tuanya seumpama stroke, apa jadi itu buat organisasi ini kehilangan esensi dari nilai visi yang salah nya ialah jadi penjamin “kedamaian” aggotanya? Namun saya rasa ndak juga akan tega (maaf) menghujat Presiden, dikarenakan saya rasa saudara/i ku di ukmi tak lagi tega sesuai sama itu.

0 Tanggapan :

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Anda harus Login dulu untuk bisa berdiskusi.
Atau Anda juga bisa Daftar dulu menjadi anggota forum.