Anda sedang berada di: Beranda » Kegiatan Mahasiswa » Belum Rampung, Tol Solo-Ngawi Dipaksa Digunakan Untuk Mudik

Kategori : Diskusi Umum | Kegiatan Mahasiswa |

Pencarian:

Topik: Belum Rampung, Tol Solo-Ngawi Dipaksa Digunakan Untuk Mudik

31-12-2018/19:59:03 WIB
sarita88

Website
Target pemerintah yang akan membuka jalur baru untuk mudik 2018 memang akan terealisasi. Namun target tersebut terkesan dipaksakan, sebab sejauh ini dan hingga mudik nanti jalan tol Solo – Ngawi belum rampung 100 persen. namun pemerintah ngotot akan membuka jalur tersebut untuk mudik.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang menyebut, jika proyek jalan tol Solo-Kertosono terutama ruas Solo-Ngawi, tetap akan dipakai sebagai jalur fungsional saat mudik Lebaran 2018. Kendati progres pembangunan konstruksi itu belum rampung 100 persen.

Sebagaimana tercantum data Jasa Marga Proyek jalan tol Solo - Ngawi memiliki panjang 90,25 kilometer. Kini pembangunanya sudah mendekati 100 persen atau hampir rampung, Namun masih terdapat pengerjaan satu jembatan di Kabupaten Sragen. Apbila jembatan tersebut sudah rampung tetap saja masih banyak kekurangan yang harus dirampungkan.

Selain itu Menhub Budi Karya juga menerangkan, selain Tol Solo-Kertosono, kondisi yang serupa juga terjadi di tol Batang.oleh sebab itu, kedua tol sebut nantinya bersifat fungsional alias tidak berbayar, sebab tujuannya untuk mengurai kemacetan. Hingga Lebaran nanti sedikitinya masih terdapat 20 persen ruas tol yang digeratiskan. gamegim.com Menhub juga berharap agar semua jalur tol menerapkan pembayaran non tunai.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di ruas jalan tol ketika arus mudik ataupun arus balik Lebaran nanti, pihak Kemenhub telah melakukan upaya koordinasi dengan Kepolisian serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar ada penanaganan sejak dini guna meminimalisi terjadinya kecelakan di jalan tol.

Bahkan nantinya Kemenkes akan membuat posko pada setiap pos polisi, selain itu Kemenkes juga menyediakan motor. Motor tersebut nantinya dapat menjangkau jika terjadi kemacetan. Artinya nanti bisa dengan cepat membawa P3K untuk menangani para pengendara yang mengalami kecelakaan dan maslah kesehatan lainnya.

Menhub juga mengklaim jika dirinnya sudah melakukan touring Jakarta-Surabaya, yang bekerja sama dengan ITS (Institut Teknologi Surabaya) guna mencoba Jakarta-Surabaya. Dari perjalanan tersebut Menhub dapat mengambil kesimpula jika kondisi jalan untuk jalur mudik sudh bagus dan siap untuk digunakan mudik 2018.

0 Tanggapan :

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Anda harus Login dulu untuk bisa berdiskusi.
Atau Anda juga bisa Daftar dulu menjadi anggota forum.