UM Palangkaraya Juarai Lomba Tingkat Nasional

02 November 2017, kategori Kegiatan Mahasiswa hits 71

""

Palangka Raya - Tim Universitas Muhammadiyah Palangkaraya  meraih juara harapan I dalam ajang Gebyar lomba Karya Tulis Ilmiah (GALAKSI) pada tanggal 27-29 Oktober 2017 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Tim yang terdiri dari mahasiswa UM Palangkaraya tersebut adalah Novanita Puspa Kencana (Ketua) mahasiswa Farmasi, Yuyun Meydawati (anggota) mahasiswa Farmasi, dan Nendar Sukadana (anggota) mahasiswa Pendidikan Ekonomi dengan dosen pembimbing Ibu Rezqi Handayani, S.Farm., M.P.H.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM) Unesa tersebut mengusung tema optimalisasi Potensi Negeri Melalui Pemuda Indonesia yang Kreatif guna Tercapainya SDGs 2030. Tim UM Palangkaraya bersaing dengan 170 tim lainnya dari berbagai Perguruan Tinggi se Indonesia.

Nova menyampaikan bahwa tim UM Palangkaraya menjadi satu-satunya tim perwakilan dari Kalimantan yang lolos untuk presentasi di Unesa, Surabaya. “Kita satu-satunya perwakilan kalimantan yang lolos 15 besar dan berangkat ke Unesa, Surabaya untuk mempresentasikan karya tulis”

“Banyak tim dari Perguruan Tinggi baik Negeri dan Swasta yang ada di kalimantan tidak lolos masuk 15 besar, ini merupakan satu kebanggaan bagi kita UM Palangkaraya dan kita meraih Juara harapan I” tambah Nova selaku ketua Tim.

Juara I, II, dan III berturut-turut dalam lomba tersebut adalah tim UGM, UI dan Unibraw. Ini membuktikan bahwa kita bisa bersaing dan meraih juara harapan I disusul Unesa dan Universitas Negerei Malang di juara harapan II dan III.

Adapun judul karya tulis ilmiah yang meraka angkat adalah Inovasi Gummy Bawang dayak sebagai Pengembangan dan Peluang Bisnis Sediaan Obat Tradisional. Bawang dayak sendiri adalah tanaman khas dari pulau kalimantan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Manfaat tersebut sudah diteliliti oleh para ahli, namun biasanya bawang dayak dikonsumsi secara konvensional yaitu dengan cara diolah menjadi minuman dan rasanya sangat pahit. Hal ini lah yang menjadi perhatian tim bahwa jika bawang dayak bisa diolah menjadi Gummy (permen kenyal) yang rasa pahitnya bisa tertutupi.

“Ini adalah inovasi pertama kali dan kita yang memulainya bahwa bawang dayak bisa diolah menjadi gummy (permen kenyal) sehingga rasanya pahitnya bisa tertupi” ujar Yuyun salah satu anggota tim.

“OlahanGummy bawang dayak sendiri bisa meningkatkan keuntungan sebanyak 68,28 % berdasarkan analisis kami dan pengolahannya pun relatif mudah” tambah Nendar.

Oleh karena itu, diharapkan inovasi ini mendapatkan perhatian dari pemerintah Kota maupun Provinsi karena bisa meningkatkan perekonomian masyarakat lokal dan tercapainya SDGs 2030.

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)